Headlines News :
Home » » MAKALAH “ DASAR- DASAR AKUAKULTUR” (Ekosistem kolam ikan ) MAKALAH “ DASAR- DASAR AKUAKULTUR” (Ekosistem kolam ikan )

MAKALAH “ DASAR- DASAR AKUAKULTUR” (Ekosistem kolam ikan ) MAKALAH “ DASAR- DASAR AKUAKULTUR” (Ekosistem kolam ikan )

Written By Sema Paradoi on Kamis, 01 November 2012 | 23.39


KATA PENGATAR

Dengan mengucapkan puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Essa, yang telah memberikan berkat dan rahmatNya  kepada kami. Sehingga  saya  dapat menyelesaikan makalah ini.
Makalah ini dibuat untuk memenuhi salah satu tugas dalam mata kuliah Dasar-dasar Akuakultur. Saya  mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya  kepada semua pihak yang telah membantu saya dan memberi  semangat belajar  dalam  menyelesaikan makalah ini.
                Demikian makalah ini telah selesai dikerjakan. Semoga makalah  ini dapat bermanfaat bagi pembaca dan bagi semua pihak, dan saya  mohon maaf bila terdapat  banyak kekurangan atau kesalahan dalam penulisan makalah ini.






                                                                                                                                Malang, 30 Maret 2011

                                                                                                                          Roland sonne y suweni 











BAB I
PENDAHULUAN
1.1   LATAR BELAKANG
Hanya 3% air muka bumi ini adalah air tawar. Sebagian besar (kira-kira 99%) dari padatnya dapat membeku dalam glasier dan es atau terbenam dalam akuifer. Sisanya terdapat dalam danau, kolam, sungai, dan aliran, dan disitu menyediakan bermacam habitat untuk komunitas hayati.
Danau dan kolam. Penelitian menunjukan bahwa danau yang dalam terdiri atas tiga zona utama, masing-masing dengan ciri komunitas organisme. Tepian danau dinamakan zona litoral. Di sini cahaya sampai di dasarnya. Produsen di zona litoral adalah tumbuhan yang berakar sampai ke dasar dan juga algae yang menempel pada tumbuhan tadi dan pada setiap subtrat pada lainnya. Ada berbagai macam konsumen, biasanya mencakup krustasea kecil, cacing pipih, larva serangga, dan siput, demikian pula bentuk yang lebih besar seperti katak, ikan, dan kura-kura.
Ekosistem memiliki ciri-ciri antara lain variasi suhu tidak menyolok, penetrasi cahaya kurang, dan terpengaruh oleh iklim dan cuaca. Macam tumbuhan yang terbanyak adalah jenis ganggang, sedangkan lainnya tumbuhan biji. Hampir semua filum hewan terdapat dalam air tawar. Organisme yang hidup di air tawar pada umumnya telah beradaptasi. Hewan dan tumbuhan rendah yang hidup di habitat air, tekanan osmosisnya sama dengan tekanan osmosis lingkungan atau isotonis.

Ekosistem air tawar dihuni oleh nekton. Nekton merupakan hewan yang bergerak aktif dengan menggunakan otot yang kuat. Hewan tingkat tinggi yang hidup di ekosistem air tawar, misalnya ikan, dalam mengatasi perbedaan tekanan osmosis melakukan osmoregulasi untuk memelihara keseimbangan air dalam tubuhnya melalui sistem ekskresi, insang dan pencernaan.

Organisme lain yang hidup pada ekosistem air tawar adalah plankton, neuston, perifiton dan bentos. Plankton terdiri atas fitoplankton dan zooplankton; biasanya melayang-layang (bergerak pasif) mengikuti gerak aliran air. Neuston merupakan organisme yang mengapung atau berenang di permukaan air atau bertempat pada permukaan air, misalnya serangga air. Perifiton merupakan tumbuhan atau hewan yang melekat/bergantung pada tumbuhan atau benda lain, misalnya keong. Dan bentos adalah hewan dan tumbuhan yang hidup pada endapan. Bentos dapatsessil (melekat) atau bergerak bebas, misalnya cacing dan remis.











BAB II
Tinjauan Pustaka

2.1 Ekosistem kolam
Ekosistem kolam adalah unit dasar, unit-unit dasar tersebut  terdiri dari :
1.       Substansi abiotik      :               - senyawa organik
-senyawa anorganik
                2. produser tanaman air :             - Tanaman air
                                                                                - phytoplankton
                3. konsumer                       :               1a. Konsumen primer (herbivor) bersifat benthic
                                                                                1b. konsumer primer (herbivor) bersifat planktonik
                                                                                3. konsumer sekunder karnivor
                                                                                4. konsumer tersier karnivor
                4. saprotrophs  
bakteri dan fungsi pembusuk ( dalam budidaya super intensif), Metabolisme dari  system tersebut berlansung karena energi dari matahari, sedangkan laju metabolisme dan stabilitas kolam bergantung pada laju input nutrien yang mmasuk kedalam sistem ( kolam).
                Dalam keseimbangan yang dinamis  :      - Organisme hidup
                                                                                                -Air
                                                                                                -tanah
                                                                                                -Udara
2.1 Sistem  yang berlangsung dalam kolam ekologi kolam tersebut  ekosisitem kolam.
Sistem adalah sekelompok komponen yang salaing berinteraksi, beroperasi bersama-sama untuk suatu tujuan umum (bersama), maupun bereaksi  sebagai suatu kesatuan. Oleh karena ransangan dari luar daan system ini  tidak di penbgaruhiu ssecara lansung oleh outputnya lmasing –masing  (komponen ) dan mempunyai Boundary yang spesifik berdasarkan pada masukan dari semua umpan balik.
                                                Organisme hidup             - Tumbuhan
Ekosistem                                                                            - Hewan
                                                   Lingkungan      - fisik
                                                        &nbsp:                       -Kimia
Dalam “ Akuakultur “ Fungsi atau peran organisme tersebut dalam sistem adalah lebih penting ( ditonjolkan ) dari pada klasifikasi atau taksonominya.


2.3 Tumbuhan -tumbuhan /tanaman
I.Phytoplankton
Algae renik ( phytoplankton) ukuranya bervariasi dari 1-2 µm s/d 100 µm.
        Pada umumnya                 < 20 µm
        Net plankton                     >20 -40 µm
        Nanoplankton                   <20 µm.
Oligotrophic       : biomas phytoplankton renddah dengan keaneka ragaman spesies yang tinggi.
Eutrophic             : biomas phytoplankton tinggi dengan keaneka ragaman species yang rendah.

Pada kolam yang dipupuki dengan bahan organik maka phytoplankton yang dominan adalah :
Green algae, euglenoid algae, dan blue green algae.
Diatoms  jarang dijumpai pada kolam air tawar eutophic.


1.       Emergent            : Kadar cellulose tinggi dan hidup pada air yang dangkal.
 Memperoleh nutrien dari sedimen tetapi   O2  dan  CO2 dari udara  
 Berfungsi sebagai “ Nutrien Pump”

2.       Berakar di tanah dengan daun terapung
Sama dengan  (1), tetapi biasanya tumbuh didalam air.
Contoh : Tanaman lili

3.        Submersed        : biasanya di tanah tetapi didalam air.
  Tumbuhan diair yang lebih dalam dan tergangtung pada pennetrasi cahaya struktur lunak s/d lunak karbohidrat sederhana  disukai ikan herbivora. Contoh ( Hydrilla ceratophyllum Najjas). 

4.       Floating (terapung)  : biasanya berakar tetapi menggantung .
Sturktur agak lunak s/d lunak karbohidrat sederhana, beberapa jenis    disukai ikan herbivora. Contoh : Wolffia, dilemna,spirodela,salvinia.

5.       Creeping (menjalar/merambat ). Contoh : kangkung ( water spinach).


2.4 Hewan Air
1.       Zooplankton 
Kelompok umum zooplankton adalah rotifera, cladocera, & copepoda. Juga hewan Uniseluler Protozoa.

a.       Rotifera
Ukuran : 50-600 µm ; Filtr feedder pada partikel 1-20 µm.
b.      Cladocera
Kutu air, ukuran 300 µm ; Filter feeder pada partikel 1-50 µm
Raptorial Carnivore pada zooplankton.
c.       Copepoda
Ukuran 500 µm -5 mm ; Filter feder , misal diaptomus.

2.       Benthic Invetebrates
Terutama yang bersifat Detritivorous yang hidup dalam lumpur dasar kolam
a.       Tubificidae (oligochacta, cacing)
-          Tubifex sp
-          Limnodrilus sp
b.      Gastropoda (Molluse)
-          Certhdae
-          Physidae;
-          Lymnaeidae
c.       Insecta
-          Chironomus ( larvae Diptera)

3.       Carnivorous insecta
Kelompok pemangasa larva ikan, benih ikan bhkan telur-telur ikan.
-          Hemiptera
-          Coleoptera, dll

4.       Ikan 
Kebiasaan makanan tiap jenis ikan berbeda  dapat dibedakan menjadi 3 kebiasaan yatu :
1.       Trophic level
2.       Nutritional habit
3.       Habitatnya




BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Suatu ekosistem tersusun atas komponen hidup (abiotik) dan komponen tak hidup (abiotik). Kedua komponen tersebut saling berinteraksi dan memliki pengaruh.
Komponen Biotik
Berdasarkan peran dan fungsinya, makhluk hidup di dalm ekosistem dibedakan menjadi tiga macam, yaitu produser, konsumer, dan dekomposer.
Komponen Abiotik
                Komponen abiotik sangat mempengaruhi komponen biotic yang ada dalam suatu ekosistem. Kompomen abiotik ekosistem meliputi gas oksigen, karbondioksida, air udara, tanah, suhu, kelembapan, cahaya matahari, dan ruangan.

Share this article :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

About me Google Id

About me

Foto Saya
saya adalah seorang pecinta music reggae...
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2011. Putra Bakau Waropen "sema paradoi" - All Rights Reserved
Template Design by Creating Website Published by Mas Template