Serui, Kota Kecil Ramah Dan Indah




1.jpg
SERUI  -  Serui adalah ibukota dari Kabupaten Kepulauan Yapen yang terletak di Teluk Cendrawasih sebelah Selatan Pulau Biak, Papua. Ia merupakan salah satu kota tenang yang indah.
  
Untuk mencapai kota ini dari Jakarta, kita harus menumpang pesawat udara jurusan Jakarta-Biak melewati Makassar. Biasanya  schedule Pesawat udara  dengan tujuan Biak , akan berangkat pada pukul 21.40 WIB dari Bandara Soekarno Hatta.  Tiba di Bandara Frans Kaisiepo, Biak pada pukul 05.30 Wit. Terdapat perbedaan waktu antara Jakarta-Biak selama dua jam.  Dari  Bandara Frans Kaisiepo ini kita dapat langsung membeli tiket pesawat Susi Air tujuan Serui seharga Rp 800.000,-. Jarak tempuh antara Biak - Serui hanya 25 menit.
 
2.jpg 
 
Penerbangan yang diawaki oleh pilot berkebangsaan asing ini terasa sangat menyenangkan karena dapat melihat pemandangan pantai Biak dari atas udara yang berwarna kehijauan dan kemudian membiru sampai benar-benar biru laut. Itulah perairan teluk Cendrawasih dimana dua pulau ini  terletak bersejajaran. Tak lama kemudian akan terlihat Pulau Serui yang bentuknya memanjang, berteksturkan gunung-gunung yang ditumbuhi pohon-pohon hijau lebat.
 
3.jpg 
 
Tak lama kemudian, sampailah kita ke Kota Serui yang terletak di sebelah Selatan Pulau Yapen. Terlihat dari atas berbagai rumah penduduk, rumah ibadat dan birunya laut. Pesawat jenis Cessna Grand Caravan ini mendarat dengan mulus di Bandara Sudjarwo Tjondronegoro.  Bandaranya memang kecil dan sederhana. Dari gambaran bandara ini kita sudah tahu bahwa kota Serui  merupakan kota yang kecil.
 
Alternatif lain untuk sampai ke kota Serui adalah dengan kapal ferry. Jarak tempuh antara Kota Biak dan Serui adalah antara empat sampai lima jam. Ongkosnya lebih murah, Rp 82.000,- untuk kelas ekonomi. Kita bisa menikmati perairan teluk cendrawasih lebih dekat dan puas.
 
4.jpg 
 
Kendaraan umum di Serui sangat praktis. Mungkin kita hanya memerlukan sebuah ojek selama berada di Kota Serui meskipun kendaraan lainnya juga ada. hanya  membayar  Ongkos sekitar  Rp 5.000,- s/d Rp. 10.000,-  saja, kita dapat berkeliling kota  dalam waktu sekitar 25 menit. Di samping itu, jam kerja ojek selama 24 jam.
 
Kota berpenduduk 24.290 jiwa ini  terlihat kecil, tenang dan indah. Pusat kota adalah Alun-alun, berupa lapangan Trikora. Di lapangan inilah berbagai kegiatan kemasyarakatan diselenggarakan seperti event olah raga, keagamaan dan  lain sebagainya.
 
5.jpg 
 
Di sebelah Utara dari lapangan Trikora  berdiri sebuah  gereja besar,  sedangkan di bagian Barat terdapat Polres. Bagian Selatan dari lapangan adalah rumah kediaman Bupati,  dan  yang paling menarik adalah  di bagian Timur berupa cagar budaya Rumah Pengasingan Sam Ratulangi yang dibangun  pada tahun 1921. Kini rumah tersebut  ditinggali oleh keluarga pemilik tanah adat setempat.  Di tempat ini terpasang sebuah papan yang bertuliskan slogan kota Serui "ACIS" ; Aku Cinta Serui, Aman Ceria Indah Sehat (ACIS).
 
6.jpg 
 
Mari kita kearah Selatan dari Kota Serui. Disana akan ditemui pasar tradisional yang menjual berbagai macam kebutuhan masyarakat Serui lengkap dengan  pemandangan khas Papua yaitu sejumlah Mama-mama penjual pinang. Arah ke Timur dari pasar tradisional Serui, terdapat sebuah Tugu Pahlawan Serui ; Silas Papare, nama seorang pelopor perjuangan.
 
7.jpg 
 
 
Di tempat ini yang paling menyenangkan bagi saya adalah ketika berdiri di atas jembatan 3000 yang lokasinya persis dibelakang Pasar Tradisional Serui. Kenapa namanya jembatan 3000? Seorang penduduk setempat yang saya tanya menjawab karena dahulu di jembatan ini banyak orang membeli minuman tradisional seharga Rp 3000,-. Tapi saat ini sudah tidak ada lagi. Di atas jembatan ini banyak orang pergi ke laut dan pulang dengan hasil tangkapan ikan untuk dijual ke Pasar.

Perairan Serui yang indah untuk di lihat merupakan obat stress yang menyehatkan tubuh dan pikiran. Hmm.. memang kota ini jarang hiburan, tapi untunglah banyak pemandangan alam indah untuk dinikmati.
 
Biasanya penduduk Serui  akan pergi berekreasi ke pantai Mariadei yang berjarak sekitar 2 km dari pusat kota. Pantai ini merupakan pusat wisata bagi semua lapisan masyarakat. Mereka biasa berpiknik dan berenang di pantai ini.
  
Masyarakat Serui dikenal ramah, hangat dan bersahaja. Sebagai seorang pendatang baru, kita tidak perlu merasa khawatir berpergian sendirian karena kota ini sangat aman. Beberapa masyarakat akan menegur sapa dengan ramah sambil tersenyum tulus. Mimik muka mereka terlihat lembut. Semua orang di kota ini saling mengenal satu sama lainnya dan menganggap semua saudara.
 
8.jpg 
 
Masih banyak yang bisa kita gali di Pulau Yapen ini. Antara lain di pulau ini merupakan tempat Burung Cendrawasih yang cantik, taman laut di Kepulauan Ambai dan berbagai keindahan alam lainnya. Hanya saja untuk mencapai tempat tersebut diperlukan usaha dan waktu lebih lama lagi.
 
Kecil, indah, ramah dan hangat masyarakatnya… itulah kesan dari kota Serui.
 
 
 
 

Komentar

Postingan Populer